MARIA RAJA (PARANAK)

Hi teman, saat ini saya akan membicarakan Maria Raja (Martonggo Raja) saya untuk menambah pengetahuan bagi teman-teman yang belum tahu. Maria Raja adalah perembukan atau pertemuan masing-masing pihak dengan keluarga besarnya untuk membicarakan segala sesuatu yang berhubungan dengan jalannya acara pesta. Dalam hal ini, Maria Raja saya disebut Maria Raja Paranak. Sedangkan dipihak istri saya disebut Maria Raja Parboru. Dibawah ini adalah istilah-istilah yang banyak digunakan dalam membicarakan adat Batak.

Paranak : Pihak keluarga pengantin laki-laki
Parboru : Pihak keluarga pengantin perempuan
Tulang : Saudara laki-laki ibu
Hula-hula : Pihak keluarga istri. (pihak keluarga istri ayah, istri kita, istri abang atau istri adik, disebut Hula-hula).
Bapa Tua : Abang dari bapak
Bapa Uda : Adik dari bapak
Namboru : Saudari perempuan dari bapak

Saya menyertakan tahapannya beserta artinya. Ok deh.. langsung aja ya.. Cekidot..

===========================================================================

ULAON MARIARAJA
20 Juli 2014
Jl. Malaka Selatan B4/12, RT 003/09
Pondok Kelapa – Jakarta Timur

_________________________________________________________________________

1. Goar ni Calon Pengantin (nama calon pengantin)
– Baoa (Pria) : Alden Romande Rajagukguk (Alden)
– Boru (Wanita) : Novalina br.Situmorang (Nova)

2. Rumang ni Ulaon : Taruhon Jual / Ulaon Sadari – Bolahan Amak Paranak
Rumang ni Ulaon artinya, bentuk pesta
Taruhon Jual artinya, metode pestanya di Paranak (pihak pria). Jika pestanya dipihak wanita disebut “Dialap Jual”.
Ulaon Sadari adalah, pesta sehari.
Jadi artinya, bentuk pesta saya adalah pesta di Paranak dan diadakan hanya dalam 1 hari.

3. Godang ni Sinamot : Rp.xxxxxxxx (jumlah sinamot (arti umumnya mahar))

4. Suhi ni Ampang Naopat dohot Panandaion Tangkas ma Pasahaton ni Paranak di Pogu ni alaman
Pengertian:
Dalam tatanan pesta pernikahan adat batak ada sebuah bagian dimana Pihak Paranak (Keluarga Pria), akan memberikan amplop (uang) kepada Parboru (Keluarga Wanita), sebagai bentuk perkenalan yang terdiri atas Suhi ni Ampang Naopat dan Panandaion. Suhi ni Ampang Naopat, adalah 4 amplop utama (berisi uang), yang diberikan pihak Paranak kepada pihak Parboru, yaitu, (1) Saudara laki2 dari ayah si pengantin perempuan (Bapa Tua/Uda pengantin wanita), (2) Saudari perempuan dari ayah si pengantin perempuan (Namboru pengantin wanita), (3) Saudara laki2 dari pengantin wanita, (4) Saudara laki2 dari ibu si pengantin wanita (Tulang pengantin wanita). Sedangkan Panandaion adalah amplop/uang (jumlahnya lebih kecil dari Suhi ni Ampang Naopat) yang diberikan pihak Paranak ke keluarga Parboru selain dari 4 yang inti tadi, dengan jumlah kesepakatan bersama. Besaran uang kami dulu adalah 300-400 ribu untuk Suhi ni Ampang Naopat dan 50-100 ribu untuk Panandaion, pada tahun 2014. Biasanya besaran ini banyak faktornya, misalnya kemampuan calon pengantin, gedung pernikahan, besarnya sinamot atau tahun menikah, dll.

5. Parjuhutna : Lombu Natinutungan.
Hewan yang dipotong : Lembu bakar. Dalam bagian acara nanti, ada hewan yang akan dipotong dan dibagi-bagi kepada para tamu. Hewan tersebut dapat berupa Sapi/Lembu, Kerbau atau Babi).

6. Pinggan Pangganan dohot Ulos tinomun sadari : Marsinakkohi Tangga ni Balatukna be, jala marsitariparan.
Terjemahan bebasnya adalah Piring Makan dengan Ulos diberikan dengan cara menentukan jumlahnya sendiri, namun dilakukan dengan cara silang. Bingung ya pengertiannya, begini penjelasannya.. Pinggan Pangganan (piring makan) dan Ulos tersebut hanyalah istilah saja, yang sebenarnya diberikan adalah amplop (uang) dari masing-masing pihak ke pihak lawannya. Oleh karena itu, proses inipun ada di Maria Raja Parboru.
Walaupun masing-masing pihak sama-sama memberikan amplop, namun proses pemberian amplop2 tersebut tidak dilakukan langsung tapi dilakukan secara menyilang, itulah yang dimaksud dengan jala marsitariparan, berikut adalah penjelasannya:
Pada dasarnya masing-masing pihak tidak mengetahui berapa jumlah amplop yang harus diberikan kepada pihak lawannya, karena jumlah amplop tersebut berdasarkan jumlah keluarga lawannya. Oleh karena itu biasanya, amplop2 tersebut ditentukan oleh pihak keluarga masing-masing, kemudian akan diberikan secara diam-diam sebelum acara pesta kepada pihak lawannya, yang nantinya ketika acara berlangsung, amplop2 ini diberikan secara resmi kembali ke pihak yang memberikan pertama. Contoh, pihak Paranak telah menentukan siapa diantara keluarga besarnya yang harus mendapatkan amplop. Amplop2 tersebut diam-diam dikasih ke pihak Parboru sebelum hari pesta, yang kemudian ketika di pesta nanti pihak Parboru akan memberikan secara resmi (diumumkan ke khalayak ramai) amplop2 tersebut ke pihak keluarga Paranak. Jadi memang dengan kata lain, amplop tersebut bukan dari Parboru, tapi dari keluarga Paranak yang diberikan kepada keluarga besarnyanya sendiri yang seakan-akan berasal dari keluarga Parboru. Dan demikianpun sebaliknya.

7. Parjambaran : Sidapot solup do na ro.
Terjemahan bebasnya adalah pembagian daging (jambar) yang dilakukan dengan tata cara Tuan Rumah. Didalam tatanan adat Batak, Tuan Rumah bisa dipihak Paranak atau Parboru, hal ini tergantung dari kesepakatan diawal.

8. Boras si pir ni tondi sian Hula-hula ni Parboru : di Paranak (Rajagukguk)
Beras dari Hula-Hula Pihak Wanita : Di Paranak (Rajagukguk). Artinya, beras yang dibawa oleh Hula-hula pihak wanita akan menjadi milik pihak Paranak (biasanya tergantung pesta pada pihak siapa)

9. Sibuhai-buhai : Minggu, 10 Agustus 2014. Jam 09.00. Auala Gedung Gereja Advent. Jl.Kartika Eka Paksi No.2. Sibuhai-buhai adalah persiapan dilakukan dengan sarapan bersama kedua belah pihak sebelum pemberkatan.

10. Pamasumasuon : Minggu, 10 Agustus 2014. Jam 09.00. Auala Gedung Gereja Advent. Jl.Kartika Eka Paksi No.2. Pamasumasuon adalah acara pemberkatan nikah.

11. Pesta Unjuk : Minggu, 10 Agustus 2014. Graha Cibening Jl.Caman Raya no.89, Jati Bening II, Pondok Gede, Bekasi. Pesta Unjuk adalah pesta adat setelah pemberkatan.

Berikut ini adalah hal-hal lanjutan yang dibicarakan pada waktu Maria Raja, yaitu :
1. Bertugas Ulaon : adalah penunjukkan pihak/orang untuk bertanggung jawab pada suatu tugas.
2. Suhi Ni Ampang-Panandaion : adalah penunjukkan pihak yang akan memberikan amplop kepada pihak Parboru.
3. Ulos Herbang : adalah penunjukkan pihak yang akan menerima ulos dari Parboru.
5. Undangan : Perencanaan jumlah undangan yang akan dibagikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s